Rimba Mawar
Sepenuhnya kulepaskan periode hidup yang kosong dan naif, lalu tinggal di dalam lebatnya belantara tata warna. Berjuang dalam sendiri, dan sesekali dipukul angin yang kadang sensitif dan sering berubah arah. Belajar dari kegagalan demi kegagalan, dari goresan yang patah, dan bentuk yang tak selesai.
Di antara keraguan, ketidakpastian, dan derasnya kritik, aku hendak menegaskan kembali langkahku; belantara tata warna ini adalah medan perjuanganku, tempat aku belajar bertahan dan menjadi.
